Solo, satu kota yang tak pernah aq knjungi sbelumnya. Kota yang entah berada dimana *ga hafal peta* dan hanya pernah mendengar crita dari bibir2 manyun teman-teman ku tentang Solo.
Pasti yang pertama kali terngiang setelah mendengar kata Solo adalah "SOPAN dan AYU".
Suatu keadaan yang mengharuskan aku stay di kota tersebut. yeah, karena kewajiban kuliah!! aku kuliah di salahsatu PTN ternama di Solo *Prokprokprok*. dan jujur sebenarnya aku tidak pernah sm sekali mendengar nama PTN ini sebelumnya *Katro!!ternama tauk.. (oke tak masalah). Lanjut, aku kuliah di program lanjutan, sbelumnya udh selesai kuliah D3 di PTN Banjarmasin.
Nah, sangkut menyangkut mengenai kuliah,,, tenyata kuliah jauh dari orangtua ada enak ada enggaknya.. huhu dari sepatu yang robek gr2 terlalu jauh merantau, sampai uang jajan yang pas pas pas pas pas pas pas pas pasan bingit *mantan anakalay. Aaah, banyak ga enaknya deh jauh dari orangtua, tapi berhubung harus di laksanakan ya mau g mau sih dilawan perasaan yang begitu.
Berjalan 1 semester ckup menggembirakan dan menyebalkan. Gembiranya ya biasa lah gembira klise, banyak teman, dan menyebalkannya pun menyebalkan klise tugas menumpuk.. huahaha. kebirit luntang lantung sana sini, sampai tidur2n di lantai lobi kampus.. ah mahasiswi.
memasuki semester 2, huh melelahkan!!! bikin proposal yang konsulnya sampe 10 kali baru ACC. *Selametan7hari7malem*. dan di semester ini juga kita praktik di salah satu RS jadi pembimbing Clinical Instructure buat ade2 mahasiswa D3. pas lagi praktek aku memang terbentur satu masalaaah... oh no masalah?????
BAHASA.. ya BAHASA.. kulo ora iso boso jowo!!! jawa kasar pun masih megap2 mengartikannya apalagi bahasa jawa halus alias kromo ingil (koreksi ya klo salah penulisan) bisa langsung kejang2 kulo! pas praktek itu, ada suami pasien yang tanya ke aku pakai bahasa jawa, dan aku cuma bisa melongok sampai ileran,mata melotot, ingusan, mimisan, keringat panas, bibir monyong disertai anggukan unta yang menandakan kepura-puraan paham apa yang dibicarakan.
dan karena ini semakin menjadi2, ku seretlah teman seperjuangan yang paham ttg semua bahasa, dan ternyata intinya panjang lebar suami pasien itu berbicara, intinya pengen pulang!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! setelah kejadian itu aku sangat ingin mempelajari semua bahasa, dari bahasa bayi sampai bahasa aki2 (kakek2 nenek2), dari bahasa sabang sampai bahasa merauke dan dari bahasa semut sampai bahasa gajah. Ok, Jadi inti cerita Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar